Alat laboratorium sudah canggih, berarti hasilnya pasti akurat?
Menurut kamu, benar atau tidak?
Banyak orang mengira bahwa semakin modern instrumen yang digunakan, semakin terjamin pula akurasi hasil pemeriksaannya. Padahal, kualitas hasil pemeriksaan laboratorium tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan instrumen. Ada beberapa faktor lain yang turut berperan dalam menjaga mutu hasil pemeriksaan.
Faktor yang Menentukan Mutu Hasil Laboratorium
1. Kondisi dan Pemeliharaan Instrumen
Setiap alat laboratorium memerlukan pemeliharaan rutin agar dapat beroperasi secara optimal. Standar Kegiatan Usaha dan Standar Produk/Jasa pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Subsektor Kesehatan (2025) mengatur aspek pemeliharaan alat kesehatan untuk menjaga keamanan, mutu, keselamatan, manfaat, dan kelayakan penggunaannya.
Pemeliharaan preventif membantu menjaga performa alat serta mendukung pelaksanaan quality control (QC) dan pemeliharaan secara terjadwal. Sistem manajemen peralatan laboratorium berbasis digital juga dapat membantu pencatatan riwayat pemeliharaan, pemantauan kinerja, dan penjadwalan perawatan instrumen.
2. Pelaksanaan Quality Control (QC)
Quality control (QC) merupakan bagian penting dari pemantapan mutu internal untuk memantau kestabilan proses pemeriksaan dan mendeteksi penyimpangan analitis sebelum hasil dilaporkan.
Penelitian mengenai variasi antar-kalibrasi dan dalam-kalibrasi menunjukkan bahwa karakteristik variasi suatu metode dapat memengaruhi kinerja aturan QC Westgard. Oleh karena itu, pemilihan aturan QC perlu mempertimbangkan performa analitis metode, karakteristik variasi, serta risiko kesalahan pemeriksaan.
Pendekatan Six Sigma juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja analitis dan membantu laboratorium menentukan strategi QC yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pemeriksaan.
3. Kalibrasi Sesuai Kebutuhan Metode
Kalibrasi merupakan proses yang menghubungkan nilai yang ditunjukkan oleh suatu alat ukur dengan nilai acuan melalui prosedur pengukuran yang sesuai. Dalam laboratorium klinik, penerapan kalibrasi harus mengikuti persyaratan metode, petunjuk produsen, dan ketentuan yang berlaku.
Ketertelusuran metrologis menjadi salah satu fondasi penting untuk memastikan bahwa hasil pengukuran dapat dihubungkan dengan acuan yang relevan melalui rantai kalibrasi yang terdokumentasi.
Selain itu, pemilihan bahan kalibrator yang tepat juga berperan dalam menjaga validitas hasil pemeriksaan. Kalibrator yang tidak sesuai dengan karakteristik sampel pasien dapat menimbulkan perbedaan hasil yang perlu diperhatikan dalam evaluasi metode.
4. Kompetensi Operator
Secanggih apa pun instrumennya, faktor manusia tetap berperan penting dalam menjaga mutu pemeriksaan laboratorium.
ATLM perlu memahami prinsip kerja instrumen, prosedur operasional, pemeliharaan rutin, pelaksanaan QC, serta tindakan yang harus dilakukan ketika ditemukan penyimpangan. Kompetensi tersebut membantu operator mengenali masalah teknis dan analitis sebelum hasil pemeriksaan dilaporkan.
Penelitian mengenai pelatihan dan evaluasi tenaga laboratorium juga menunjukkan pentingnya pengembangan kompetensi secara berkelanjutan untuk mendukung penerapan pemantapan mutu internal.
QC Instrumen vs. Maintenance Alat: Mana yang Lebih Penting?
Keduanya sama-sama penting dan tidak dapat dipisahkan.
QC berfungsi memantau kestabilan proses pemeriksaan serta membantu mendeteksi penyimpangan analitis. Sementara itu, maintenance bertujuan menjaga kondisi instrumen agar tetap berfungsi sesuai persyaratan operasionalnya.
Kalibrasi juga memiliki peran tersendiri dalam mendukung keandalan pengukuran. Ketiganya perlu diterapkan sesuai kebutuhan metode dan prosedur yang berlaku.
Tanpa pengelolaan mutu yang baik, instrumen laboratorium yang canggih sekalipun belum tentu menghasilkan pemeriksaan yang andal.
Menjaga Mutu Laboratorium Bukan Sekadar Mengoperasikan Alat
Mutu hasil laboratorium merupakan hasil dari berbagai proses yang saling berkaitan, mulai dari pemeliharaan instrumen, pelaksanaan QC, kalibrasi, hingga kompetensi tenaga laboratorium.
Karena itu, ATLM tidak cukup hanya terampil mengoperasikan instrumen. Pemahaman mengenai prinsip kerja alat, pemantapan mutu, dan evaluasi penyimpangan juga menjadi bagian penting dari profesionalisme di laboratorium klinik.
Menurut kamu, aspek mana yang paling sering menjadi tantangan di laboratorium: QC instrumen, maintenance alat, kalibrasi, atau kompetensi operator?
Yuk, diskusikan di kolom komentar!
#ATLMExpert
Referensi
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Standar Kegiatan Usaha dan Standar Produk/Jasa pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Subsektor Kesehatan (Nomor 11 Tahun 2025).
- Lin, Q., & Ji, B. (2022). 基于互联网的检验仪器设备精细化管理系统设计与应用分析 [Design and application analysis of internet-based refined management system for clinical laboratory instruments and equipment]. 医院管理论坛 (Hospital Management Forum), (04), 51–53+34.
- Greaves, R. F., & Mackay, L. G. (2023). The development of reference measurement procedures to establish metrological traceability. Clinical Chemistry and Laboratory Medicine, 61(11), 1887–1889. https://doi.org/10.1515/cclm-2023-0753
- Ahmed, S., Abid, M. A., Jahan, F., & Ozben, T. (2022). Virtual assessment, training, and evaluation of clinical laboratory technologists amidst peak Covid-19 pandemic: An observational study. Journal of Medical Biochemistry, 41(4), 559–563. https://doi.org/10.5937/jomb0-33962
- Lim, C. Y., et al. (2023). Between and within calibration variation: Implications for internal quality control rules. Pathology, 55(4), 525–530. https://doi.org/10.1016/j.pathol.2022.11.013
- Liu, Q., et al. (2023). Application of a six sigma model to evaluate the analytical performance of cerebrospinal fluid biochemical analytes and the design of quality control strategies for these assays: A single-centre study. Clinical Biochemistry, 116, 1–8. https://doi.org/10.1016/j.clinbiochem.2023.02.005
- Miller, W. G., et al. (2023). Recommendations for setting a criterion for assessing commutability of secondary calibrator certified reference materials. Clinical Chemistry, 69(9), 966–975. https://doi.org/10.1093/clinchem/hvad104
- 预防性维护在医院医疗设备管理中的应用价值 [Value of preventive maintenance in hospital medical equipment management]. (2022). 医疗装备 (Medical Equipment), (10)