Banyak Produk Skincare Viral tapi Tidak Semua Klaimnya Lolos Regulasi

Banyak Produk Skincare Viral… Tapi Apakah Klaimnya Sudah Aman? Di era media sosial, kita sering melihat produk skincare viral dengan klaim yang terdengar “too good to be true”. Mulai dari “menghilangkan jerawat dalam 1 malam” hingga “memutihkan kulit secara permanen dalam 7 hari”. 

Tapi di balik popularitas tersebut, ada satu hal penting yang sering luput dari perhatian: apakah klaim tersebut sudah sesuai regulasi? Faktanya, tidak semua klaim yang viral itu aman secara hukum.

BPOM Masih Menemukan Pelanggaran Klaim

Berdasarkan pengawasan yang dilakukan oleh BPOM Indonesia, masih banyak produk kosmetik yang menggunakan klaim yang: Berlebihan, Tidak didukung data ilmiah, Berpotensi menyesatkan konsumen. Ini menunjukkan bahwa masih ada gap antara strategi marketing dengan pemahaman regulasi.
Padahal, klaim bukan sekadar “kata-kata promosi”—tapi juga representasi tanggung jawab brand terhadap konsumennya.

Kenapa Klaim Itu Krusial?

Dalam industri kosmetik, klaim adalah senjata utama marketing. Klaim yang kuat bisa: Menarik perhatian konsumen, Meningkatkan perceived value produk, Mendorong keputusan pembelian, Namun di sisi lain, klaim juga menjadi fokus utama pengawasan regulator. Artinya, setiap kata yang digunakan dalam label, iklan, maupun campaign harus bisa dipertanggungjawabkan. Di sinilah tantangannya: bagaimana membuat klaim yang tetap menarik, tapi juga compliant?

Risiko Jika Klaim Tidak Sesuai

Menggunakan klaim yang tidak sesuai regulasi bukan hanya soal “etik”, tapi juga berdampak langsung ke bisnis. Beberapa risiko yang bisa terjadi: Produk ditolak saat proses notifikasi BPOM, Harus revisi label dan materi marketing, Potensi sanksi administratif, Bahkan penarikan produk dari pasar Yang sering tidak disadari, kesalahan klaim bisa menyebabkan kerugian besar baik dari sisi biaya, waktu, maupun reputasi brand.

Klaim = Seni + Sains + Regulasi

Banyak yang mengira membuat klaim itu hanya soal kreativitas copywriting. Padahal kenyataannya, klaim yang baik harus memenuhi tiga aspek: Menarik secara marketing (Seni), Didukung data ilmiah (Sains), Sesuai regulasi (Compliance). Tanpa keseimbangan ini, klaim bisa jadi “menjual” tapi berisiko.

Jadi, Apa Solusinya?

Brand, formulator, dan bahkan copywriter perlu memahami bahwa: Klaim bukan sekadar wording, Klaim adalah strategi yang harus terintegrasi dengan regulasi dan evidence Dengan pemahaman yang tepat, kamu tetap bisa membuat klaim yang: Powerful, Credible, Dan tentunya aman secara regulasi.

Pelajari selengkapnya tentang Cosmetic Claims Compliance & Marketing Science.

Tulisan Kawan Praktisi lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Postingan Rekomendasi